Over 10 years we helping companies reach their financial and branding goals. Onum is a values-driven SEO agency dedicated.

CONTACTS
Profil

PEMBINA

Advisor

Asri ST,

Asri ST, tokoh pemerhati pendidikan di Kabupaten Berau yang akrab di sapa Mas Asri. Terlahir sebagai putra seorang petani pada 1 Agustus di Desa Cillelang Sulawesi Selatan, beliau dikenal sebagai figur yang ramah, bijak dan sederhana. Mas Asri yang menyukai traveling dan fotografi ini memiliki segudang aktifitas. Sejak pelancongannya ke KabupatenBerau, Kalimantan Timur, berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan ia geluti. Suara khasnya akrab didengar oleh pendengar saat ia menjadi penyiar radio lokal untuk program Bahasa Inggris. Ia juga aktif dalam berbagai aktifitas jurnalistik dan kesehatan. Kearifan hidupnya yang memegang prinsip, ‘manusia mestilah bermanfaat bagi sesama baik itu tenaga dan pikiran’. Beliau banyak menyibukkan diri sebagai tenaga sukarelawan dalam berbagai kegiatan sosial Hal tersebut mengantarkannya pada perjalanan memfasilitasi penelitian dan pelancong keberapa tempat eksotik di Kabupaten Berau untuk program konservasi lingkungan dan wisata.

Beliaupun teramat perhatian pada pendidikan, sehingga bersama beberapa rekan, beliau membuat suatu komunitas kecil yang bekerjasama dengan Kangoroo Indonesia. Komunitas ini merupakan cikal-bakal Yayasan Komunitas Belajar Indonesia (YAKOBI) yang awalnya merupakan komunitas English Learning Community (ELC). Mas Asri yang tercatat sebagai alumni fakultas Teknik Industri Universitas 45 Makasar, saat ini sedang melanjutkan study S2 nya di Australia melalui program beasisiwa ADS. Perjalanannya hingga study di Austarlia memberikan inspirasi bagi banyak anak muda di kota Tanjung Redeb. Saat ini Ia menjabat sebagi Ketua Dewan Pembina Yayasan Komunitas Belajar indonesia.

Advisor

Tadir, S.Ag.

Tadir, S.Ag. Tokoh pendidikan yang telah mewarnai lebih dari 13 tahun aktifitas pendidikan di Kabupaten Berau sebagai seorang guru Bahasa Inggris. Lulusan IAIN Alauddin Makassar ini akrab dipanggil dengan sapaan Tedy atau Uncle Tedy oleh siswa dan para sahabatnya. Penyuka traveling ini selain sebagai seorang guru juga mengantongi lisensi sebagai instruktur pemandu wisata. Figur guru yang dikenal ramah dan penyabar ini merupakan anak keempat dari delapan bersaudara yang lahir pada 1 Oktober 1971 dan saat ini berdomisili di Kelurahan Bedungun. Pengalaman panjangnya sebagai pengajar tidak membuatnya berhenti dan berusaha untuk terus bisa menjadi guru yang baik dan menginspirasi. Uncle Tedy juga melibatkan dirinya dalam berbagai organisasi sosial dan pendidikan informal. Impian selanjutnya Uncle Tedy ingin menjadi seorang motivator dan trainer untuk kemajuan pendidikan khususnya yang ada di Kabupaten Berau.

Sebagai salah satu Pembina YAKOBI, ia berharap Yayasan Pendidikan ini dapat menjadi model Yayasan Pendidikan Komunitas di Kabupaten Berau. Saat ini Unlce Tedy aktif memberikan seminar dan training dalam berbagai kegiatan Yayasan.

Advisor

Nurseha, SS.

Nurseha, SS. atau biasa di sapa Kak Seha, merupakan Pengawas Pelaksana Program YAKOBI. Terlahir sebagai putri dari keluarga petani pada 14 mei 1975 di Desa Cillelang Sulawesi Selatan, Ibu Rumah Tangga yang juga berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil ini dikenal pribadi yang ramah dan pekerja keras. Beliau tercatat sebagai alumni Fakultas Sastra Inggris di Universitas 45 Makasar. Semasa kuliah beliau aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan pernah menjadi Ketua Himpunan Senat. Komitmen dan keyakinannya untuk meraih cita Beliau buktikan bahwa keterlibatannya dalam berbagai organisasi tidak menghambatnya dalam hal pencapaian akademis dan kelululusan. Penyuka tenis meja dan senang membaca ini, memulai perjalanannya ke Kabupaten Berau pada tahun 2000. Sempat bekerja di salah satu perusahaan kayu lokal kala itu, Kak Seha meyakini bahwa seorang perempuan dapat berhasil sukses di perantauan. Keyakinannya pun terbayar, melalui penjaringan pegawai pemerintahan, saat ini beliau menduduki posisi sebagai Kasubid Pengembangan Karir Pegawai pemerintahan di Kantor BKD Kabupaten Berau. Beliau aktif memfasilitasi Diklat Pengembangan Karir dan Tugas Belajar Pegawai Negeri Sipil yang ada di Kabupaten Berau. Beliau berharap kehadiran YAKOBI dapat menumbuhkan kemandirian dan peningkatan kapaistas kaum muda dan pelajar melalui pendidikan.

Profil

STAF

Staf Komunikasi

Nurul Auliani Saputri

Nurul Auliani Saputri, gadis asli berau ini lahir pada 23 Desember 1991 di daerah asalnya Tanjung Redeb. Kak Nurul, begitu biasa mahasiswi ini dipanggil oleh beberapa murid asuhannya. Tercatat sebagai mahasiswi tingkat akhir jurusan Pendidikan Agama Islam di STIT Muhammadiyah Kabupaten Berau. Mahasiswi yang dikenal periang ini pernah bergabung dalam beberapa organisasi kemahasiswaan, ia juga pernah mengikuti lomba Siar Radio Islam, kemampuan komunikasi dan kelembutan katanya mengantarkannya menjadi juara 1 dalam lomba ini.

Bergabung dengan Yakobi sekitar pertengahan 2012, dan mengisi posisi sebagai manager Operasi dan Kordinator Program PKBM. Nurul yang sangat senang mengoleksi buku-buku ini ingin selalu terus belajar dan berbagi dengan orang-orang di sekitarnya. Salah satu alasan kenapa ia bergabung di YAKOBI adalah karena ia percaya bahwa dengan mengenal dan bertemu dengan banyak orang maka ilmu yang kita dapat bisa diamalkan dan terus dikembangkan.

Program Officer of ELC

Novita Dyah Forentina

Novita Dyah Forentina si pecinta buku yang gemar menulis cerita ini lahir di Bontang – Kalimantan Timur pada tanggal 29 November 1992. Berawal dari kegemaran sang Ibu mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris, Kak Vita kecil malah menjadi salah satu penggemar bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Saat ini, Kak Vita sedang dalam proses belajar dan mengembangkan diri melalui YAKOBI sebagai bekal untuk meraih cita-citanya belajar di Negara Kangguru.  Kak Vita bergabung di YAKOBI sejak April 2015 sebagai volunteer hingga pada Agustus 2015, ia diberi kepercayaan untuk menjadi salah satu staff dan pengajar di salah satu unit LKP English Learning Center (ELC). Selain ingin mewujudkan mimpi dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya, Kak Vita juga sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam misi YAKOBI, yaitu ‘Meng-Inggriskan Berau’.

Admin Officer of ELC

Asniar

Asniar atau lebih akrab dipanggil Kak Niar lahir di Berau pada 05 Mei 1990. Anak ke 2 dari 5 bersaudara ini sangat gemar berolahraga dan menonton film. Selain itu, Kak Niar adalah salah satu pecinta benua  Eropa dan Timur Tengah ini sangat ingin sekali ke Negara Turki dan Madinah. Waktu kecil, Kak Niar sempat bercita-cita ingin menjadi Polwan. Namun saat duduk di kelas 3 SMA, harapan ingin menjadi Polwan harus kandas karena niatnya lebih besar untuk berhijab. Kak Niar merupakan lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat jurusan Gizi dan Reproduksi Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI). Setelah selesai kuliah, ia pernah bekerja di perusahaan pembiayaan sepeda motor sebagai staff administrasi selama 3 tahun. Akhirnya, pada tanggal 11 April 2016, Kak Niar bergabung sebagai tim English Learning Community (ELC).  Karena belajar bisa di mana saja dan dalam bidang apa saja, tuturnya.

Profil

Penyala

Tim Penyala adalah individu yang telah menjadi keluarga besar YAKOBI. Mereka menjariahkan waktu, energi dan pikirannya untuk sebaik-baiknya manfaat pendidikan untuk orang banyak. Kami memerlukan lebih banyak kepedulian orang untuk menjadi Penyala gelapnya peluang pendidikan yang mengagungkan kehidupan insaniyah yang telah dianugerahkan Tuhan kepada anak anak Indonesia.

Penyala

Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan, lebih akrab dengan nama panggilan Kak gilang, lahir di Muara Jawa 21 April 1989, sebuah desa kecil dipinggiran kota Tenggarong, Kutai Kartenegara. Lulusan Bahasa Inggris fakultas Pendidikan STIT Muhammadiyah Kabupaten Berau ini, menghabiskan awal-awal tahun kuliahnya bekerja sebagai analis data pada perusahaan penyedia spare part mobil. Ia selanjutnya merambah karier dengan ikut dalam beberapa organisasi, tercatat namanya muncul sebagai salah satu mahasiswa muda pendiri MAPALA STIT Muhammadiyah.

Kesempatan Pertama bersentuhan langsung dengan aktivitas pendidikan dan konservasi ia peroleh pada saat menjadi mahasiswa magang di TNC (The Nature Conservancy), salah satu lembaga konservasi alam terdepan asal Amerika Serikat. Selanjutnya ia bekerja sebagai staf komunikasi di lembaga yang sama. Pecinta trekking, penggila sastra, seni dan sejarah ini memiliki impian besar untuk menghidupkan komunitas belajar di berbagai pelosok wilayah Kabupaten Berau dan berupaya untuk meraih gelar masternya di Eropa.

Penyala

Zakiah

Zakiah atau panggilan akrabnya Kak Za atau Kak Kiah ini terlahir sebagai putri bungsu 25 tahun silam pada 28 Mei di kota Tanjung Redeb. Penyuka roti sumbu atau singkong rebus  ini mengaku kuliner tersebut mengingatkannya akan makna kesederhanaan. Mahasiswi tingkat  akhir jurusan Pendidikan Agama Islam di STIT Muhammadiyah memiliki hobby menghitung dan menggambar  karakter kartun komik manga yang berasal dari Jepang. Pernah Bekerja di berbagai tempat untuk dapat terus melanjutkan pendidikan dan agar dapat membahagiakan ke dua orangtuanya, Gadis dari keluarga Banjar ini ingin mengejar impiannya belajar di negeri Madinah dan Jepang. Kecintaannya kepada  anak-anak  memberikan inspirasi bahwa anak-anak punya cara luar biasa dalam mengekspresikan hidup dan  tidak takut akan tantangan.

Pengalaman berorganisasi, semangat belajar yang tinggi dan kegemarannya  bertemu dengan banyak orang, telah memberinya inspirasi dan motivasi  untuk terus menggali ilmu, serta dengan semangat kebersamaan, yang pada akhirnya  mengantarkan gadis yang piawai mengelola keuangan ini  untuk terus mengembangkan potensi diri dengan bergabung di YAKOBI.

Kak Zakiah memiliki keinginan terbesar untuk membahagiakan kedua cahaya hidupnya (kedua orangtua). Hal ini yang menjadi motivasi dan keyakinan bahwa Alloh SWT selalu memudahkan langkah bagi hambaNya untuk mencari, mendapatkan dan membagikan ilmu.

Penyala

Sariadi Hamda

Sariadi Hamda, akrab dipanggil Kak Ari ini adalah pemuda dengan segudang aktifitas.  Kak ari yang merupakan mahasiswa tingkat akhir di STIT Muhammadiyah, mengawali keterlibatannya bersama YAKOBI sebagai mahasiswa pencinta alam. Keanekaragaman hayatiyang bagi sebagian pemuda-pemudi merupakan hal yang menjemukan,menjadihal yang mengasyikkan sekaligus menantang bagi lelaki kelahiran Sengkang Sulawesi Selatan  28 Oktober 1991. Keikutsertaannya dalam berbagai ekpedisi lapangan bersama lembaga international memberikan pengalaman dan pengetahuan yang luas. Mengambil fokus utama pada Kingdom Animalia, penelitian yang ia lakukan memperkenalkannya kepada beberapa peneliti asing yang banyak memberinya informasi terkait teknik pengumpulan data, pengidentifikasian obyek satwa dan berbagai cara yang membuatnya lebih paham dan mengerti tentang seluk beluk penelitian biodiversity.

Lelaki penggila gadget ini mengaku bahwa alamlah yang memberinya inspirasi untuk terus berbagi dengan masyarakat sekitarnya. “Alam itu mempunyai banyak rahasia yang tidak kita ketahui, setiap petualangan dan ilmu yang kita dapat dari alam menjadi guru terbaik bagi umat manusia…”

Ia banyak melakukan fasilitasi program pendidikan dan pendampingan kepada komunitas. Setiap ide yang ia tuangkan selalu berkaitan dengan kecintaannya terhadap alan dan manusia. Semangat “Man Jadda Wa Jadda”nya bisa menjadikan menginspirasi muda-mudi seusianya untuk terus berkembang dan melestarikan alam.

Penyala

Mirnawati

Mirnawati, gadis asal Sulawesi Selatan ini lahir pada 7 Agustus 1990 di Santan Ilir Kabupaten Bontang. Kak Mirna adalah sapaan akrab dari murid-muridnya. Mahasiswi tingkat akhir jurusan Pendidikan Bahasan Inggris di STIT Muhammadiyah Kabupaten Berau ini, dikenal periang dan senang memasak. Saat ini ia sedang memfokuskan penelitian tugas akhir mengenai metode pengajaran aktif di sekolah.

Impiannya menjadi guru teladan dan kegemarannya dalam mengajar mengantarkannya bergabung bersama Yakobi pada Januari 2014. dan mengisi posisi sebagai Admin pengelolaan kelas reguler kursus bahasa inggris (ELC). Kak Mirna yang gemar musik dan membaca ini berharap agar Kota Berau ini dapat menjadi kota teladan melaui pendidikan bagi masyarakat. Bersama –sama rekan YAKOBI,Kak Mirna berupaya mewujudkan mimpi untuk mendirikan sekolah alam pertama di Kabupaten Berau. Saat ini Kak Mirna berdomisili di Tanjung Redeb dan sedang meraih mimpinya untuk melakukan perjalanan ke Eropa.

Penyala

Ramadhani

Ramahdani, Gadis yang selalu tampil enerjik  ini merupakan mahasiswa tingkat akhir di salah satu sekolah tinggi kab. Berau. Sikap sopan dan rasa ingin tahu yang besar mengantarkan si kece Kelahiran Kamirie, Sulawesi selatan  23 tahun silam tersebut bergabung  disalah satu LKP di kab. Berau dan sukses menjadi pengurus di Dewan Pengurus Cabang Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (DPC HIPKI Kab. Berau) pada devisi Pengelolaan dan pengembangan lingkungan.

Selain senang kumpul, syiar dan berbagi ilmu serta pengalaman dengan kawan-kawan YAKOBI, disela waktu liburnya, ka Ramah, begitu ia sering dipanggil selalu menyempatkan diri untuk dapat nongkrongin serial The walking Dead dan acara Dunia Hewan di Natioanal Geografi favoritenya.

Ngefans berat dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, membuat sulung kece ini berprinsip untuk hidupnya agar “Berani karena benar , takut karena salah” . Oh iya, mimpi hebat ka Ramah adalah ia ingin menjadi seorang pengusaha sukses katanya “biar bisa dikenal orang, banyak saudara, terutama banyak rezeky J” amiin, semoga tercapai, biar kecipratan rezekynya, hehe ^^.

Penyala

Oktibri Pribadi

Pemuda yang akrab dipanggil kak oki ini mulai bergabung dengan yakobi indonesia pada akhir awal tahun 2012. Hal yang mendorongya bergabung dengan yayasan ini adalah ketika salah seorang temannya mengajaknya untuk ikut serta dalm kegiatan yang diadakan Yakobi. kesan pertama begitu menggoda, begitu bunyi salah satu iklan yang menggambarkan bagaimana pemuda satu ini kemudian bisa bergabung dan menjadi salah satu tutor di yakobi.

Penyuka musik dan desain ini banyak menghabiskan waktunya berada di depan komputer untuk mendesain dan mulai belajar memainkan alat musik. lahir di Surabaya membuat semangat arek suroboyo-nya terus melekat. oleh teman-temannya memang ia sering dikenal dengan spontanitas dan ceplas-ceplosnya.

harapan besarnya bergabung dan menjadi tim penyala di Yakobi adalah melihat setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak. karena setiap anak memiliki bakat dan kemampuan yang luar biasa, hanya dibutuhkan orang yang tepat yang mampu melihat jauh ke dalam diri seseorang untuk meluapkan prestasinya. sebuah kuote dari seseorang yang terus melekat dan menjadi semangat baginya ialah : “sesungguhnya manusia yang paling berharga adalah manusia yang bisa bermanfaat untuk manusia lainnya”.

Penyala

Rizal Avrilianto

Simple, modist dan enerjik. Tiga kata yang mungkin menggambarkan salah satu tutor muda ini. Tubuh mungilnya tidak mengurangi semangat dan kemauannya untuk terus melakukan peningkatan kapasitas dan melaksanakan segudang rencana yang ada di kepalanya. Dengan nama lengkap Rizal Afrilianto, lebih akrab dipanggil Rizal. Mahasiswa semester 7 di salah satu kampus di berau ini bergabung di Yakobi (yayasan Komunitas Belajar Indonesia) sejak bulan september 2012 hingga sekarang.

 Terkenal tegas bagi murid-muridnya, tutor yang satu ini terkesan serius. Setiap ilmu yang ia tularkan selalu berusaha untuk sesuai dengan kurikulum pendidikan yang berlaku. Pengalamannya menjadi salah satu karyawan swasta di salah satu perusahaan tambang membuatnya lebih mudah bergaul dengan orang asli berau.  Lahir dan besar di Ngawi, Jawa Timur, membuatnya lebih terpacu untuk lebih mengenal berau dan isinya. “Melakukan segala hal yang bermanfaat untuk orang disekitarmerupakan kalimat yang terus ia camkan di benaknya.

Penyala

Irawati

Lahir di Kendari, dua puluh lima tahun silam cewek blasteran bugis makassar ini banyak menghabiskan waktunya di dunia keuangan dan organisasi politik. Ia pernah menjadi tim sukses pemilihan bupati berau dan sempat menjadi juara paduan suara di tingkat provinsi. Semangat dan kemauannya untuk terus maju dan membuktikan bahwa generasi muda itu bisa dan berkarya, membawanya bergabung di Yakobi.

Ia akan menjalani proses wisuda pada tahun ini. Wisudawati jurusan akuntansi STIEM Muhammadiyah ini berhasil memperoleh gelar dengan hasil cum laude. Kesibukannya sebagai seorang wanita karier tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus membuat perubahan di lingkungan sekitarnya. “Belajar dengan masyarakat setempat, memberi banyak nilai tambah dan hal positif yang memudahkan saya untuk berbagi ilmu dengan mereka…” katanya pada saat ditanya mengenai semangat apa yang dia dapat setelah terjun ke lapangan.

Cewek penyuka dangdut dan film-film bollywood ini mengaku bahwa kesempatan yang ia dapat dalam segala hal baik di bidang keuangan dan paduan suara terus membawanya ke arah kemajuan yang berkelanjutan dan masa depan yang lebih cemerlang.

Penyala

Rosa Mariana

Wanita berkerudung ini lahir di tanah battiwakal, Tanjung Redeb tiga puluh dua tahun silam. Logat jawa kentalnya membuatnya gampang dikenali diantara teman-temannya. Mahasiswi  semester 5 Jurusan Bhs Inggris di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah ini mengaku bahwa kecintaannya akan bahasalah yang membuatnya kemudian mengabdikan hidupnya untuk menjadi bagian dari agen perubahan. Secara spesifik ketika ditanya mengenai apa impiannya untuk Berau“Berau english…” balasnya dengan singkat. sebuah cita-cita mulia yang ia ingin capai.

Penyuka kuliner pedas ini mengaku bahwa kesukaannya membaca juga mendorongnya untuk kemudian terus berbagi dengan orang disekitarnya. “menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya dan menjadi guru yang berprestasi….” adalah apa yang ia cita-citakan ke depan. “saya harus sukses di usia muda dan menjadi orang yang berguna bagi orang sekitarnya serta ingin mengubah dunia melalui pendidikan”. sebuah slogan yang terpatri dalam benaknya.

Penyala

Maria Yosephi

Seorang ibu rumah tangga dengan segudang aktivitas, mungkin kalimat itu yang pantas menggambarkan ibu muda satu ini. Sebagai seseorang yang bercita-cita menggunakan hidupnya untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat ia mulai mengisi waktunya dengan terjun dan memimpin gerakan perubahan. Sempat tercatat sebagai seorang direktur YPAB (Yayasan Pendidikan Anak Bangsa) yang kemudian ia kelola dan sinergikan dengan Yakobi.Belajar, belajar dan belajar adalah moto dalam hidupnya, karena dalam hidup semua harus belajar mengasihi, memahami dan berinovasi secara kreatif.

Kata menyerah merupakan kata yang tidak pernah ada dalam kamus hidupnya. Sebuah motivasi yang membuatnya terus bangkit dan berjuang mengatasi rintangan yang muncul, ia terus berusaha berbuat demi masyarakat dan pada saat yang sama menjadi ibu yang baik ke-lima anaknya dan seorang istri yang bisa merawat suaminya. Bergabung dengan Yakobi melalu jalur pendidikan, ia kemudian memutuskan untuk menjadi salah satu staf pengajar bahasa inggris disini. Meningkatkan kapabilitas diri dan lembaga menjadi perhatiannya, terhitung ia sekarang juga mengisi posisi sebagai penggerak YES (Yakobi English Society).“Mudahkanlah jalan hidupmu, maka hidupmu akan terasa mudah dan indah”.

Penyala

Singgih Mahardhika

Singgih Mahardika, akrab di panggil Kak Singgih. Pemuda kelahiran Tanjung Redeb, 20 Mei 1991 ini merupakan mahasiswa tingkat akhir jurusan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah. Sekarang, pemuda penggemar English Songs ini tengah sibuk merampungkan skripsinya yang membahas tentang English Song untuk meningkatkan Vocabulary siswa.

Menurutnya, English Songs dapat membantu siswa dalam menambah perbendaharaan kosakata Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan tidak monoton. Dia juga aktif dalam berbagai organisasi semasa menjalani pendidikannya di STIT Muhammadiyah. Mapala STITM, BEM STITM, dan HMI Cabang Berau merupakan sekumpulan organisasi yang pernah digelutinya.

Mantan Ketua Mapala STITM ini sangat gemar dengan olahraga futsal. Menurutnya, futsal merupakan salah satu cara untuk tetap menjaga kesehatan dan stamina tubuh serta menghilangkan penat dikepala akibat bekerja sepanjang hari. Pekerjaan yang dilakoninya sekarang bergerak dibidang Finance. Dia menjadikan pekerjaan tersebut sebagai tempat belajar berbisnis, membangun komunikasi dan negosiasi yang baik dengan orang lain serta membantu orang lain yang membutuhkan modal usaha agar usaha orang tersebut dapat berjalan dan menghadirkan lapangan pekerjaan.

Anak sulung dari pasangan Ida Mariati dan Joko Setiarso ini merupakan salah satu Tutor Bahasa Inggris di YAKOBI. Menjadi tutor adalah wadah meningkatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya serta belajar bagaimana menjadi pendidik, pengajar, dan pembibing yang menyenangkan dan menarik.

Membahagiakan kedua orang tua adalah impian terbesar dalam hidupnya. Ia pun bernawaitu kelak bisa membawa kedua orang tuanya ke Tanah Suci Mekkah untuk beribadah dan lebih dekat kepada Sang Khaliq Azza wa Jalla. Selain itu, Pemuda yang berkacamata ini juga ingin sekali melanjutkan pendidikannya ke salah satu Negara di Eropa, Jerman.

Penyala

Novita Winda Husada, S.Pd.I

Bungsu dari 4 saudara yang lahir 20 November 1988 akrab dipanggil dengan sebutan ka Winda ini memiliki segudang aktifitas yang luar biasa. Aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan membuatnya bersemangat untuk merampungkan kuliah di Sekolah TInggi Ilmu Tarbiyah pada jurusan Pendidikan agama Islam tahun 2012 lalu. Gadis ceria yang bercita-cita menjadi seorang guru inspiratif ini juga sangat berkomitmen menghibahkan waktunya untuk dapat berbagi ilmu kepada orang banyak, terbukti dari waktu yang diluangkannya untuk mengajar anak-anak, baik TK maupun TPA sampai Pengajianpun dia lakukan.

Bagi ulay* yang gemar dengan karakter lucu nan ajaib si Doraemon ini menambah ilmu adalah keharusan baginya, dan ia membuktikannya dengan mengikuti program belajar cepat di Mahad ‘Aly yang diadakan oleh salah satu lembaga di kab. Berau. Keinginan terbesar ka Winda adalah dapat berkontribusi dengan mengambil peran dalam ranah pendidikan, baginya hidup itu Cuma satu kali, jadi buat ia berarti atau tidak sama sekali semangat yang terpatri itulah yang membuatnya tidak ingin menjadi penonton apalagi hanya dapat melihat dari kejauhan, Rock your Life 

*Ulay : anak gadis (Bahasa Berau).

Penyala

Audhita Kartika Rahayu

Periang merupakan satu kata yang dapat mendeskripsikan gadis yang akrab disapa Dhita ini. Pemilik nama lengkap Audhita Kartika Rahayu ini lahir di ujung pesisir kota Berau, Biduk-biduk pada tanggal 25 Desember 1992. Sejak Tahun 2013, dia melanjutkan Pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah ( STIEM ) Jurusan Manajemen

Dia bercita-cita kelak bisa menjadi seorang Guru Matematika. Cita-citanya tersebut berlatar belakang dari keadaan di sekitarnya dimana teman-temannya selalu berkeluh kesah betapa susahnya ilmu menghitung. Sekarang pun Gadis yang tinggal di Jl. Pulau Panjang, Tanjung Redeb-Berau ini menjadi satu-satunya Tutor Matematika di YAKOBI. Kemampuan menghitung tersebut sangat membantu dia dalam pendidikannya dan mewujudkan cita-citanya.

Gadis yang tergabung dalam Pokja REDD inipun penah menggeluti dunia Pencak Silat Setia Hati (PSHT). Menurutnya PSHT merupakan pilihan tepat untuk menambah dan mempererat persaudaraan disamping mempelajari ilmu bela diri.

Mekkah adalah salah satu tujuan utamanya selain dapat beribadah disini juga banyak sekali informasi tentang sejarah Islam. Selain Mekkah, Gadis pecinta sejarah ini juga ingin sekai berkunjung ke Mesir dan India untuk mempelajari peninggalan-peninggalan sejarah dinegara-negara tersebut.

Penyala

Isdaniah

Isdaniah lahir di Tanjung Redeb 15 April 1999 , Nia sapaan akrabnya ini adalah seorang siswi di salah satu sekolah menengah atas di kabupaten Berau. Ia, mengenal yakobi dari kak Zakiah yang pernah melakukan penelitian di sekolahnya. Dengan rasa penasaran dan keingintahuannya yang besar pada Yakobi, Nia pun akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke Yakobi dan berkenalan dengan kakak-kakak yang ada di yakobi. Dan dari hasil kunjungan tersbut Nia sangat tertarik untuk mengikuti beberapa aktivitas di yakobi, salah satunya membantu di Rumah Baca Yakobi.

Nia anak pertama dari enam bersaudara ini, mempunyai harapan mulia sekali untuk menghajikan dan dapat membanggakan kedua orang tuanya oleh karena itu Nia bertekat untuk menjadi insan yang kreatif, berpresatsi, belajar dengan giat dan terus menambah ilmunya salah satunya dengan belajar di Yakobi. Dan Sebagai sosok seorang kakak untuk kelima adiknya, Nia berharap bisa jadi kakak yang baik dan dapat membrikan contoh yang baik bagi adik-adiknya.

Oh iya…. (^_^) Nia memiliki cita-cita menjadi Guru Bahasa Inggris Loh… (Semangat ya Nia .. Semoga kamu bisa menggapai cita-cita muliamu itu… Amiin)

Penyala

Vera Rahmadianti

Kak Vera adalah sapaan akrab untuk gadis berperawakan ramah ini. Ia merupakan mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris di STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb. Gadis yang bernama lengkap Vera Rahmadianti ini sangat menyukai dunia Menulis, skill yang dimilikinya dalam bidang Menulis telah membawanya menjadi juara 3 Lomba Menulis Karya Ilmiah di acara MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) Tingkat Kecamatan tahun 2014.  Sekarang ia pun menjabat sebagai sekretaris Campus Magazine “Iqro Zone”. Yuk FUNGLI “FUN Learning with English”, STITM, Beraudan Narkoba according to Al-Qur’an perpective by using typewrite mecine for 8 hoursmerupakan karya tulis gadis kelahiran 09 Oktober, 22 tahun lalu ini.

Gadis yang bertekad meningkatkan kemampuan Bahasa Inggrisnya melalui YAKOBI adalah salah satu Tutor Bahasa Inggris di YAKOBI. Pengalamannya selama bekerja di TKIT Ash-Shohwah, PAUD Tunas Muliana dan menjadi guru di Mobil Pintar Perpustakaan Daerah Kabupaten Berau mengantarkannya menjadi sosok guru yang menyenangkan bagi anak-anak didiknya. Pengetahuan luas tentang Bahasa Inggris yang dimilikinya juga sempat mengantarkannya menjadi Ketua Panitia Upgrading English Skill 2 STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb. Segudang prestasi yang telah diraih di dunia pendidikan menguatkan mimpinya untuk melanjutkan pendidikan di Adelaide, Aussie.

Penyala

Titin Hasniah

Gadis manis penggemar warna ungu ini bernama Titin Hasniah. Tahun 2012 lalu kak Titin ini baru saja menyematkan titel sarjana di belakang namanya di salah satu sekolah tinggi di kabupaten Berau dengan jurusan pendidikan bahasa inggris loh… (^_^). Selamat untut kak Titin…

Kak Titin adalah sosok seorang yang mudah sekali berkawan dan beradaptasi dengan sekelilingnya, sehingga ia banyak sekali mempunyai teman dan salah satunyan Yakobi. Selain itu juga kak Titin ini sangat mahir dalam hal memasak, terutama membuat puding dan salad buah, dan sering sekali mengantarkan hasil kemahirnya dalam mengolah makanan ini ke Yakobi dan berbagi tips serta resep masakan yang ia sudah praktekkan.

Semangat belajar yang tinggi untuk terus menambah wawasan dan berbagi pengalaman membuatnya menjadi salah satu dari tim penyala di Yakobi. Pendidikan anak semenjak dini ini pun menjadi perhatian dan konsen besarnya, dengan membiasakan menggunakan bahasa yang baik dan sopan menjadi salah satu metode yang ia gunakan untuk mendidik anak dalam lingkungan keluarganya, khususnya pada keponakan-keponakan yang ia sayangi. Harapan besar untuk masa depan yang diinginkannya adalah ia ingin MERDEKA, lalu ingin membahagiakan ibundanya dan berharap seluruh keluargnya bisa selalu sehat, ini diperkuat dengan motto hidupnya yaitu” mengalir bagaikan air”.

Penyala

Anik Setianingsih

Wanita ini lahir di Kediri dua puluh dua tahun silam, keinginan dan tekat yang kuat mengantarkan nya pada sebuah pemebelajaran menarik di Pare, yang orang sering menyebutnya kampung english, ets… disini ia bukan untuk memperdalam bahasa inggrisnya, namun untuk memperdalam bahasa arabnya karena memang ia begitu memiliki ketertarikan yang kuat untuk memepelajarinya di banding dengan bahasa lainnya. Inilah dia Anik Setianingsih wanita yang menempuh pembelajaran bahasa arab selama tiga bulan di Pare, dan biasa disapa kak Anik.

Kak Anik selain sebagai seorang mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah, ia juga menjadi seorang pendidik di taman kanak-kanak dan diberi amanah untuk memegang sentra bermain, ini menjadikkannya harus lebih kreatif untuk menciptkan permainan yang edukatif bagi murid-muridnya,Dan untuk preode tahun ajaran baru ini kak anik akan memulai pengalaman barunya sebagai guru di salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Berau.

Kak anik yang saat ini juga menjadi tutor di yakobi, mempunyai harapan besar sebagai seorang pendidik yaitu ingin bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak didiknya, mengajari dan terus mengarahkan anak-anak didiknya dalam kebaikan. Seperti mengenal Alloh beserta ciptaa-Nya, berakhlak yang baik dan bertutur sapon dan hal positif lainnya.

Penyala

Rusnah ss

Ibu Rusnah biasa kami menyapanya. Saat ini beliau bekerja sebagai seorang guru bahasa inggris di Sekolah Tehnik Mesin di Kabupaten Berau. Ibu dari satu anak ini lulus dari Universitas Muslim Islam di Makassar pada tahun 2003 dan tahun 2004 mendapat panggilan bekerja sebagai pengajar di Kabupaten Berau.

Menurut penuturan Alumni UMI jurusan sastar inggris ini, beliau sebenarnya sangat tidak menyukai pelajaran bahasa inggris pada saat sekolah dulu. Dan mulai tertarik dengan bahasa inggris karena ada teman yang mengajaknya untuk belajar bahasa inggris bersama, salah satu gaya belajar yang digunakan adalah dengan menghapal kosa kata, targetnya satu minggu satu orang menghapal 250 kata dan jika salah satu di antara mereka gagal menghapal maka akan diberi hukuman untuk meneraktir temannya yang hapal. Akhirnya, belajar bersama itu berbuah manis karena beliau akhirnya menyukai belajar bahasa inggris dan mulai memahami dan mengusai bahasa internasional tersebut.

Wanita kelahiran Sinjai, 3 April ini perlahan mulai mengasah kemampuanya dalam berbahasa inggris dengan mengikuti lomba pidato dan berhasil meraih juara tiga, bukan hanya itu beliau pun tampil lebih percaya diri dengan mengikuti beberapa kompetsi-kompetisi berbahasa inggris lainnya. Untuk menambah ilmu dan pengalamannya sebagai mahasiswa, beliau aktif di beberapa organisasi diantaranya yaitu, Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam dan Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia.