Wednesday , 18 October 2017
Volunteering Program: Lyazid dari Algeria

Volunteering Program: Lyazid dari Algeria

Pada pertengahan Agustus 2017 ini, YAKOBI kedatangan volunteer asal Algeria bernama Lyazid Chergui. Ketertarikan dan rasa penasarannya terhadap program-program YAKOBI, seperti penyadar-tahuan mengenai lingkungan dan pendidikan bahasa Inggris untuk masyarakat membuatnya ingin datang ke Berau dan bergabung dengan setiap kegiatan YAKOBI.

Diakui oleh Bang Lyazid, sapaan akrab Yakobiers padanya, ia baru pertama kalinya ke Pulau Kalimantan, setelah sebelumnya melakukan voluntary work di Sumatra Utara dan Jawa Timur. Ia adalah seorang programmer, fotografer dan guru bahasa Inggris bersertifikasi Internasional. Ia juga menguasai 3 bahasa dengan lancar selain bahasa Berber (Algerian mother language), seperti bahasa Arab, bahasa Prancis, dan bahasa Arab. Namun sayangnya, ia hanya mempunyai waktu satu minggu di YAKOBI jadi tidak bisa membuat kelas belajar intensif bersama.

Pada hari pertama kedatangannya, kegiatan hanya diisi untuk makan siang bersama tim serta berdiskusi mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dikerjakan bersama selama seminggu ke depan.

Selasa (22/8), Bang Lyazid berbagi pengetahuan tentang kebudayaan, bahasa, dan sistem pendidikan di Algeria kepada para peserta yang hadir. Tak kalah serunya, Kike, salah satu finalis ulai Kab. Berau 2017 yang hadir pada kelas sharing culture siang itu, juga bertukar cerita kepada Bang Lyazid tentang ragam suku dan bahasa yang ada di Berau serta sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia.

Hari berikutnya, tim YAKOBI dan Bang Lyazid berkunjung ke SDN 010 Gunung Tabur yang ada di kampung Birang. Siswa yang hadir pada fasilitasi belajar bahasa Inggris tersebut adalah kelas 4 – 6. Di dalam kelas, Bang Lyazid membebaskan setiap siswa untuk bertanya banyak hal tentang Algeria, pendapatnya tentang orang Indonesia serta kesan-kesannya selama berada di Indonesia. Sebelum mengakhiri kelas, ia juga memberikan motivasi belajar bahasa kepada siswa serta beberapa dewan guru yang hadir.

“If you want to write well, read more. If you want to speak fluently, listen more,” tutur Bang Lyazid.

Setelah kembali dari sekolah, Tim YAKOBI memberikan kesempatan kepada Bang Lyazid untuk mengikuti fasilitasi belajar bersama Ibu-ibu mengenai pengolahan kebun organik. Selain itu, ia juga mengikuti fasilitasi belajar bersama para pemuda kampung Birang tentang peningkatan kapasitas pemuda melalui kelas belajar bahasa Inggris dan komputer.

Sehari sebelum kembali ke Tanjung Redeb, Bang Lyazid diajak oleh para pemuda di kampung menyusuri sungai dengan ketinting untuk melihat spesies binatang yang tinggal di hutan kampung Birang. Selain itu, ada pula warga kampung yang datang ke kantor YAKOBI Birang hanya untuk dapat mengobrol dan berlatih menggunakan bahasa Inggrisnya dengan Bang Lyazid.

Malam harinya, mahasiswa STITM Tanjung Redeb yang sedang KKN di kampung Birang diajak oleh Tim YAKOBI untuk datang dan berlatih bahasa Inggris. Bang Fahri selaku fasilitator membagi peserta menjadi dua kelompok, setiap peserta dalam kelompok diharuskan memberikan pertanyaan dan salah satu peserta dari kelompok lawan yang akan menerjemahkan jawaban yang diberikan oleh Bang Lyazid ke dalam bahasa Indonesia. Sesekali Bang Lyazid iseng, ia akan memberikan jawaban hanya dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh tanpa berkata atau hanya berseru “yippiiiy” sehingga memancing gelak tawa peserta dan membuat kelompok penerjemah kelimpungan untuk menyelesaikan tugasnya.

Jum’at (25/8), Tim YAKOBI berkunjung ke dua sekolah yang ada di Tanjung Redeb yaitu MTsN dan SMAIT Ash-Shohwah untuk memberikan kesempatan kepada siswa-siswi berinteraksi dengan Bang Lyazid menggunakan bahasa Inggris. Ia juga sempat bercerita tentang pengalamannya belajar bahasa Inggris dan memotivasi siswa-siswi agar merasa tertantang untuk belajar lebih banyak bahasa asing.

Sorenya, kami mengajak siswa-siswi sekolah, guru dan siapa saja yang ingin hadir dalam kelas Friday English class di Taman Ria. Pada kesempatan ini, peserta tak hanya diajak untuk berlatih berbicara bahasa Inggris. Tapi, Bang Lyazid juga memberikan tips kepada beberapa peserta penyuka fotografi yang hadir mengenai teknik mengambilan gambar yang baik.

Hari terakhir sebelum kepulangannya, Bang Lyazid mengungkapkan kesan-kesannya selama melakukan kegiatan bersama YAKOBI. Ia berharap bisa kembali lagi ke Berau untuk melakukan lebih banyak aktivitas bersama YAKOBI dan menyebarkan banyak manfaat untuk lebih banyak orang di Berau. (vt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*