Tuesday , 23 January 2018
Berau Dinilai Berhasil Pahamkan Perubahan Iklim

Berau Dinilai Berhasil Pahamkan Perubahan Iklim

Gencarnya upaya penyadaran yang dilakukan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Berau, mendapat acungan jempol Regional Community Forestry Training Centre (Recoftc) Thailand. Terutama Yayasan Komunitas belajar Indonesia (Yakobi) Berau yang menjadi mitra kerja.

IIN MAISAROH, Tanjung Redeb

“SALAH satu keberhasilan dan perubahannya, adalah ketika Ustaz Zulfikri dari Kecamatan Biduk-biduk berhasll meyakinkan masyarakat setempat untuk menolak perkebunan sawit Itu berhasll, perkebunan kelapa sawitnya tidak Jadi dibuka di sana,” ujar Sariadi Haddang Lamantri, Program Development Manager Yakobi.

Salah satu capaian itu juga yang di sampaikannya dalam Refleksi tahunan Recoftc, 5 sampai 9 Januari 2015 lalu di Myanmar. Tak sendiri, mitra Recoftc lainya adalah Laos, Nepal, Thailand, Myanmar, dan Vietnam. Tak hanya perubahan iklim, program lintas negara tersebut iuga menjalankan program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+). Yakni mekanisme pengelolaan hutan berkelanjutan untuk memelihara dan meningkatkan tutupan hutan, memastikan sumber daya termanfaatkan dan terbarukan, serta terjadinya konservasi nilai aset hutan. Salah satunya dalam bentuk karbon.

Tapi memang tak mudah, berbagai program dilakukan dalam waktu yang tak sebentar. Untuk fase perta ma, di mulai dengan program religious leader. Yakni tahap pertama dengan mengumpulkan ustaz yang berada dibawah naungan Nandlatul Ulama dl seIuruh kecamatan. “Mereka kami berikan pemahaman dan menyatukan pendapat. HasIlnya, sebuah draft buku Untaian Hikmah dengan judul PerpektIf Islam berdasarkan Alquran dan HadIs. Itu juga yang jadi pedoman mereka sosialisasi ke masyarakat. Baik lewat imbauan, ataupun materi kajian,” ujar pria kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan, 28 Oktober 1991.

Tahap selanjutnya. program Community Leader di Kampung Lesan Dayak dllakukan. Berupa rekonstruksi budaya Dayak Ga’ai yang dihubungkan dengan kearifan local bertajuk Emlie Hejung Pleai. Tak cuma masyarakat di pedalaman, pelajar juga mendapat sosialisasi lewat Teacher Training via panggung boneka. Di antara Sekolah-sekolah yang mendapat kesempatan tersebut, yakni SD MuhammadIyah.SD 21 Tanjung Redeb, Madrasah Ibrtidalyah (MI) Tanjung Redeb, SDIT Madani, SD 18 Gunung Tabur.

SeteIah itu, fase kedua disampaikan Ari, yakni Training of Trainer (ToT) anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Biduk-biduk Tak ketinggalan, konsuItasi tingkat tapak bersama tokoh-tokoh agama yang mengikuti workshop fase pertama pun dilakukan.

HasiInya, disebutkannya cukup beragam. Tapi yang jelas, masyarakat sudah memahami pentingnya menjaga Lingkungan sekitar demi kelangsungan hidup. (•/f1r)

Sumber : Berau Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*