Tuesday , 23 January 2018

Pelatihan untuk Pelatih Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ditingkat Akar Rumput Mengenai Perubahan Iklim dan REDD+

Kabupaten Berau yang terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Timur memiliki luas lahan 2,2 juta hektar dengan tutupan hutan sebanyak 75%. Pada tingkat lokal, Kabupaten Berau merupakan salah satu dari lima kabupaten di Indonesia yang telah berupaya mengembangkan model REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation atau Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan, konservasi, penyimpanan karbon, dan pengelolaan hutan lestari) pada skala Kabupaten. Model ini disebut dengan Program Karbon Hutan Berau (PKHB).

Tujuan PKHB mencakup total hampir 2,2 juta hektar hutan selama periode lima tahun mulai tahun 2010. Pada tahun 2017, program bertujuan untuk membawa setidaknya 800.000 ha hutan dibawah manajemen yang efektif, menghindari emisi setidaknya 10 juta ton CO2, melindungi daerah aliran sungai dan habitat dari hampir 1500 orangutan, studi keanekaragaman hayati dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal yang tinggal di dalam dan sekitar hutan. Semua itu bisa dicapai jika partisipasi masyarakat lokal dapat aktif dengan meningkatkan kesadaran dan membangun kapasitas masyarakat untuk pengelolaan hutan yang berkelanjutan salah satunya melalui kegiatan-kegiatan kampanye Perubahan Iklim dan saluran akses informasi serta media yang memadai bagi masyarakat.

Perubahan Iklim dipahami sebagai suatu perubahan yang terjadi pada pola cuaca normal di seluruh dunia yang secara langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh kegiatan manusia yang merubah komposisi atmosfir global selama jangka waktu yang panjang. Hutan dan area alami memainkan peran sangat penting dalam mempertahankan proses alami, dimana hutan merupakan salah satu penampung karbon terbesar sehingga membantu menjaga daur karbon dan proses alami lainnya berjalan dengan baik dan membantu mengurangi perubahan iklim. Namun keterbatasan informasi mengenai perubahan iklim dan peran hutan, serta terbatasnya kesempatan bagi praktisi di lapangan untuk membagikan pengalaman dan pembelajarannya, menjadi faktor rendahnya partisipasi aktif masyarakat dalam implementasi program REDD+ khususnya partisipasi perempuan dalam pembangunan kapasitas pengetahuan mengenai alam.

Meningkatkan peran serta perempuan merupakan langkah yang perlu mendapat perhatian, dengan arus informasi yang begitu deras dan pembaharuan yang sedemikian cepat memerlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat termasuk partisipasi perempuan. Partisipasi aktif kaum perempuan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, terutama untuk memberikan penyadartauan dan pendidikan di tingkat keluarga mengenai dampak kerusakan dan pencemaran lingkungan, akan memberikan dampak baik  untuk mendorong kebijakan di tingkat komunitas/Kampung di dalam mengembangkan lingkungan yang lestari. Salah satu upaya penyadartahuan di kalangan kaum ibu atau perempuan adalah dengan melibatkan gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan gerakan nasional yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat, dengan perempuan sebagai penggeraknya, dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan lingkungan. Secara spesifik program kesembilan mengenai kelestarian lingkungan hidup dari 10 program pokok PKK daoat disinergikan dengan pelatihan penyadartahuan terkait perubahan iklim dan peran hutan dalam pengurangan dampak perubahan iklim. Selain bertujuan untuk memberikan informasi dan penyadartahuan di kalangan masyarakat khususnya kaum ibu atau perempuan di daerahnya,  juga dapat memberikan sebuah inisiatif penyadartahuan mengenai fenomena perubahan iklim untuk membangun ruang belajar bagi perempuan agar bisa menyampaikan pendapat dan aspirasinya terhadap kesadaran ditingkat akar rumput terkait perubahan iklim dan pengetahuan bagaimana hutan berperan dalam mitigasi perubahan iklim.

Menjembatani kebutuhan tersebut Yayasan Komunitas Belajar Indonesia (YAKOBI) melalui dukungan The Regional Community Foresty Training Center For Asia and the Pacific (RECOFTC) mengadakan Pelatihan bagi tim PKK mengenai perubahan iklim dan peran hutan dalam pengurangan dampak perubahan iklim.

Download (PDF, 4.41MB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*