Tuesday , 23 January 2018
Panggung Boneka Basinang

Panggung Boneka Basinang

Ketika Anak-Anak SD Menggelar Panggung Boneka “Ingat Dangngan Kata Pepata, Bumi Ditinjak Langit Dijunjung”
Mungkin alam talla malas Bakawal dangngan dikita Cuba kita batanya Dangngan rumput, anu ba-guyang
IIN MAISAROH, Gunung Tabur DEMIKIAN lagu Ebiet G Ade yang digubah dan dInyanyikan anak-anak SD 008 Gunung Tabur dalam page-laran panggung boneka kem arin (23/3).

Sebanyak 5 sekolah dasar bergabung dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan komunitas belajar Indonesia (Yakobl). Dalam acara yang berjudul Basinang tersebut, memang sengaja dibuat untuk menumbuhkan kecintaan pelajar pada Lingkungan. “Kami hanya mendorong saja. Kami harap kegiatan semacam Ini bisa dilanjutkan lagI oleh sekolah-sekolah lain di kemudian hari. Menumbuhkan kecintaan lingkungan dan pembelajaran kan seharusnya dllakukan dengan menyenangkan kan ujar Gilang Ramadhan, ketua Yakobi.

Pemilihan tema lingkungan hidup dikatakannya sengaja dipilih karena background Yakobi yang juga  11WM, sangat mencintai lingkungan hidup. “Lingkungan bagi Yakobi itu sangat menarik untuk digali. Maka kami menentukan tema mengenai pelestarian lingkungan untuk kegiatan ini: Gilang menuturkan, melalui bimbingan guru Bahasa Indonesia dan Sains, perwakilan setiap sekolah menampilkan kebolehan mereka dalam festival antar sekolah. SD 008 GunungTabur, SDIT Madani, SD 021 Tanjung Redeb, SD Muhammadiyah Tanjung Redeb, dan MI Tanjung Redeb, adalah sekobh dasaryangturut serta dalam pagelaran panggung boneka itu. Namun, dikarenakan Madrasah Ibtrdaiyah tengah melaksanakan ujian, maka tidak ada perwakilan dari sekolah dasar berciri khas Islam tersebut. Berbagai pesan diselipkan oleh boneka-boneka yang dimainkan setiap perwakilan sekolah. SD 021 menyampaikan pesan bagaimana membuang sam pah yang baik. Tidak hanya membuang sampah, jenis sampah juga harus dibedakan antara sampah organic dan sampah anorganik.

Lain lagi dengan SDIT Madani, mereka menya mpaikan pesan pentingnya pohon dalam satu lingkungan.”Duh… Setelah pohon di samping sekolah kita ditebang, kok sekolah kita terasa panas sekali ya? Yuk kita minta kepala sekolah menanam pohon lagi?’ cupII-kan dialog anak-anak. “Katakan tidak untuk buang sampah sembarangan!” ajak boneka yang di-mainkan siswa SD Muhammadiyah. Sedangkan sebagai tuan rumah, SD 008 Gunung Tabur menutup pagelaran boneka tingkat Sekolah Dasar dengan dialog yang kesemuanya menggunakan bahasa Banua. Mereka membawakan kisah dengan judul Jaga Uttanta (Jaga Hutan Kita). Selain ntenyanyikan lagu Ebiet G. Ade yang diubah dalam bahasa aslisuku Berau, diakhiri dengan pantun yang juga dalam bahasa Berau. Titip possan rumah-kerumah Addat di kampung uyung-mon-guyung 1ngat dangngan kata pepata Bumi dltinjak langit dijunjung Artinya, titip pesan rumah-keru-mah. Adat di kampung kujung-men-gunjung. Ingat dengan kata pepatah. Dmana bumi dipijak, disitu langit di-junjung. e/fir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*